KerinciPemprov Jambi

Peluang Pembiayaan Produktif Masih Besar, Bank Jambi Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

36
×

Peluang Pembiayaan Produktif Masih Besar, Bank Jambi Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
JAMBI – Peluang peningkatan pembiayaan produktif di Provinsi Jambi dinilai masih terbuka lebar seiring pertumbuhan ekonomi daerah yang terus berkembang dan meningkatnya kebutuhan modal usaha di berbagai sektor.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Jambi dinilai memiliki posisi strategis untuk memperluas penyaluran pembiayaan kepada sektor-sektor yang menjadi penopang utama perekonomian daerah, mulai dari perkebunan, pertanian, perdagangan, jasa hingga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Pengamat perbankan, Laila Farhat, mengatakan kondisi tersebut menjadi momentum yang dapat dimanfaatkan Bank Jambi untuk memperkuat fungsi intermediasi perbankan, yakni menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pembiayaan yang produktif.

Menurutnya, struktur ekonomi Provinsi Jambi yang masih didominasi sektor riil memberikan ruang yang cukup besar bagi Bank Jambi untuk meningkatkan portofolio pembiayaan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Potensi pembiayaan di Jambi masih sangat besar, terutama pada sektor-sektor produktif yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat. Namun ekspansi pembiayaan harus tetap dilakukan secara selektif dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko,” ujar Laila.

Ia menjelaskan, pembiayaan produktif memiliki dampak luas terhadap perekonomian daerah. Selain membantu pengembangan usaha masyarakat, pembiayaan juga dapat mendorong peningkatan investasi, membuka lapangan pekerjaan baru serta memperkuat daya beli masyarakat.

Meski demikian, Laila mengingatkan bahwa pertumbuhan pembiayaan harus dibarengi dengan pengelolaan kualitas aset yang baik. Menurutnya, keberhasilan perbankan tidak hanya diukur dari besarnya kredit yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan menjaga kualitas pembiayaan agar tetap sehat.

“Pertumbuhan kredit yang berkelanjutan harus diimbangi dengan pengendalian risiko. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) harus tetap terjaga agar kesehatan bank dan profitabilitas perusahaan tetap stabil,” katanya.

Selain fokus pada pembiayaan produktif, Laila juga menilai langkah transformasi digital yang dilakukan Bank Jambi menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan.

Digitalisasi layanan perbankan dinilai mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, termasuk bagi pelaku UMKM yang membutuhkan proses transaksi dan pembiayaan yang lebih cepat serta efisien.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi akan membantu Bank Jambi meningkatkan daya saing sekaligus memperluas jangkauan layanan hingga ke berbagai wilayah di Provinsi Jambi.

Di sisi lain, dukungan pemerintah daerah sebagai pemegang saham turut menjadi modal penting bagi Bank Jambi dalam menjalankan strategi pengembangan bisnis dan memperkuat kontribusi terhadap pembangunan daerah.

Dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, strategi bisnis yang adaptif serta fokus pada pembiayaan sektor produktif, Bank Jambi diyakini memiliki peluang besar untuk memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan daerah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Provinsi Jambi.(dst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *