KerinciSungai Penuh

Monitoring MPLS di 18 Kecamatan, Kadis Pendidikan Kerinci Isra Kamar Tegaskan Sekolah Harus Bebas Bullying

198
×

Monitoring MPLS di 18 Kecamatan, Kadis Pendidikan Kerinci Isra Kamar Tegaskan Sekolah Harus Bebas Bullying

Sebarkan artikel ini
Kerinci – Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci melaksanakan monitoring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di seluruh 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Kerinci, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan proses penerimaan peserta didik baru dan kegiatan belajar mengajar berjalan tertib, aman, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, Isra Kamar, S.Pd, menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS harus menjadi momentum bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah dengan suasana yang nyaman, ramah, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying).

“Yang paling penting adalah memastikan peserta didik baru merasa nyaman berada di lingkungan sekolah. Jangan sampai ada kasus bullying terhadap peserta didik. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, menyenangkan, dan mendukung perkembangan karakter anak,” tegas Isra Kamar.

Selain melakukan monitoring ke sekolah-sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci juga mengumpulkan seluruh kepala sekolah dari 18 kecamatan. Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk memberikan arahan sekaligus mengingatkan seluruh satuan pendidikan agar melaksanakan MPLS sesuai aturan serta mengedepankan pembinaan karakter dan perlindungan peserta didik.

Dalam arahannya, Isra Kamar meminta seluruh kepala sekolah meningkatkan pengawasan selama kegiatan MPLS berlangsung serta memastikan tidak ada aktivitas yang mengarah pada kekerasan, intimidasi, maupun perpeloncoan.

Tak hanya itu, Dinas Pendidikan juga melakukan pengecekan terhadap kesiapan sekolah dalam menghadapi tahun ajaran baru 2026/2027. Monitoring meliputi kondisi sarana dan prasarana, ketersediaan ruang kelas, meja dan kursi siswa, hingga berbagai kebutuhan penunjang proses belajar mengajar.

“Monitoring ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi setiap sekolah. Apabila masih terdapat kekurangan, baik kursi, meja maupun fasilitas lainnya, akan segera didata sebagai bahan evaluasi agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Isra Kamar, kesiapan fasilitas pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

Melalui monitoring ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci berharap seluruh sekolah dapat menyelenggarakan MPLS secara edukatif, humanis, dan menyenangkan, sekaligus memastikan seluruh proses pembelajaran pada tahun ajaran 2026/2027 berlangsung optimal.(dst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *