Ratusan lulusan yang diwisuda terdiri dari 427 lulusan program sarjana (S1) dan 111 lulusan program pascasarjana (S2). Momentum ini tidak hanya menjadi puncak perjalanan akademik para mahasiswa, tetapi juga mencerminkan komitmen IAIN Kerinci dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Rektor IAIN Kerinci, Jafar Ahmad, menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan mereka. Ia berharap para lulusan mampu menjadi insan yang adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Jafar juga mengungkapkan perkembangan terbaru terkait proses transformasi IAIN Kerinci menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Menurutnya, pada 4 Juni 2026 IAIN Kerinci telah mengikuti tahapan evaluasi yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bagian dari proses alih status kelembagaan.
“Hasil sementara menunjukkan IAIN Kerinci termasuk dalam lima dari 15 perguruan tinggi yang dinilai memenuhi syarat untuk diajukan ke Kementerian PAN-RB. Kami optimistis proses ini dapat berjalan sesuai harapan sehingga pada 2027 atau paling lambat awal 2028 IAIN Kerinci telah resmi bertransformasi menjadi UIN Kerinci,” ujarnya.
Selain itu, IAIN Kerinci juga bersiap mencatat sejarah baru dengan membuka Program Doktor (S3) untuk pertama kalinya. Dua program yang akan dibuka yakni Program Studi Islam dan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).
Menurut Jafar, Program Studi Islam dipilih karena memiliki ruang lingkup yang luas dan mampu mengakomodasi berbagai bidang keilmuan, mulai dari hukum, ekonomi, sosial, hingga kajian keislaman yang lebih mendalam.
“Kami mengajak para alumni dan lulusan pascasarjana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral yang segera dibuka. Kehadiran program S3 ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas akademik dan daya saing IAIN Kerinci di tingkat nasional,” katanya.
Sementara itu, Monadi yang turut menghadiri wisuda tersebut mengingatkan para lulusan agar mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang. Menurutnya, keberhasilan akademik harus diimbangi dengan kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan membangun kolaborasi di berbagai sektor.
“Dunia kerja dan kehidupan sosial saat ini membutuhkan individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu bekerja sama dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Saya berharap para lulusan menjadi agen perubahan yang berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ujar Monadi.
Senada dengan itu, Alfin menyebut wisuda sebagai titik awal memasuki babak baru kehidupan yang penuh tantangan sekaligus peluang.
Ia menilai lulusan IAIN Kerinci memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi era digital yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan transformasi berbagai sektor kehidupan. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus terus menjadi perhatian bersama.
“Pemerintah Kota Sungai Penuh menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah melalui Program Beasiswa JUARA yang terus kami dorong untuk meningkatkan akses pendidikan masyarakat,” kata Alfin.
Dengan dikukuhkannya 538 lulusan pada Wisuda Angkatan XII, IAIN Kerinci semakin menegaskan eksistensinya sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam yang terus berkembang di wilayah Jambi. Di tengah upaya membuka program doktoral dan proses transformasi menuju Universitas Islam Negeri, kampus ini optimistis dapat memperluas kontribusinya dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing dan mengabdi kepada masyarakat.












