KerinciSungai Penuh

Nasabah Keluhkan BRI Pelompek, Surat Kuasa Dipersoalkan dan ATM Kerap Kosong

216
×

Nasabah Keluhkan BRI Pelompek, Surat Kuasa Dipersoalkan dan ATM Kerap Kosong

Sebarkan artikel ini

KERINCI – Pelayanan BRI Unit Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, menuai keluhan dari sejumlah nasabah. Mulai dari proses pencairan dana yang dinilai berbelit-belit hingga mesin ATM yang disebut kerap kehabisan uang tunai pada hari pasar.

Salah seorang warga Desa Bumbun Duri mengaku mengalami kesulitan saat mengurus pencairan dana milik anggota keluarganya yang saat ini bekerja di Malaysia.

Menurut keterangan keluarga, rekening tersebut atas nama Yesi Media yang sebelum berangkat ke Malaysia telah membuat surat kuasa kepada anaknya di Padang. Selain itu, dokumen identitas berupa KTP juga telah ditinggalkan sebagai kelengkapan administrasi pencairan dana.

Namun saat pengurusan dilakukan di BRI Unit Pelompek, pihak keluarga mengaku diminta melengkapi surat keterangan kuasa dari pemerintah desa. Permintaan tersebut telah dipenuhi dan dokumen diserahkan pada Kamis (4/6/2026).

Meski seluruh dokumen yang diminta telah dilengkapi, pihak keluarga mengaku pencairan dana tetap belum dapat dilakukan. Mereka menyebut pihak bank mempersoalkan surat kuasa yang diajukan dengan alasan adanya dugaan ketidaksesuaian tanda tangan.

“Kami sudah menjelaskan bahwa surat kuasa dibuat langsung oleh yang bersangkutan sebelum berangkat ke Malaysia. Semua persyaratan sudah kami lengkapi, tetapi dana tetap belum bisa dicairkan,” ujar keluarga nasabah.

Kondisi tersebut menimbulkan kekecewaan karena dinilai tidak disertai penjelasan yang memadai. Nasabah berharap pelayanan perbankan dapat dilakukan secara profesional, transparan, dan memberikan solusi kepada masyarakat.

Selain persoalan administrasi, warga Gunung Tujuh juga mengeluhkan kondisi mesin ATM BRI Pelompek yang disebut sering kehabisan uang tunai setiap hari pasar, khususnya pada hari Senin.

Menurut warga, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Akibatnya, banyak nasabah terpaksa melakukan penarikan uang melalui agen BRILink dan dikenakan biaya administrasi tambahan.

“Kalau ATM kosong, masyarakat terpaksa menarik uang melalui BRILink dan harus membayar biaya administrasi. Kondisi ini sering terjadi saat kebutuhan transaksi sedang tinggi,” ungkap salah seorang warga.

Sejumlah warga meminta pihak BRI melakukan evaluasi terhadap pengelolaan ketersediaan uang tunai di mesin ATM, terutama pada hari pasar yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Tak hanya itu, beberapa nasabah juga menyampaikan keluhan terkait pelayanan perbankan lainnya, termasuk proses penyelesaian pinjaman yang dinilai perlu mendapat perhatian agar seluruh pelayanan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat berharap pihak Bank BRI maupun otoritas terkait dapat memberikan klarifikasi atas berbagai keluhan yang berkembang, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pelayanan di BRI Unit Pelompek guna menjaga kepercayaan nasabah.

Hingga berita ini dipublikasikan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak BRI Unit Pelompek untuk memperoleh penjelasan dan tanggapan terkait keluhan tersebut.(dst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *