Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen bank daerah itu dalam menjaga stabilitas pelayanan kepada nasabah, terutama pada periode meningkatnya aktivitas transaksi menjelang Hari Raya.
Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, mengatakan manajemen telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan transaksi, termasuk memastikan ketersediaan likuiditas serta kesiapan operasional di seluruh jaringan kantor layanan.
Menurutnya, penyaluran THR bagi ASN daerah merupakan salah satu momentum penting dengan tingkat aktivitas transaksi yang cukup tinggi, baik berupa penarikan dana tunai maupun berbagai transaksi keuangan lainnya.
“Manajemen telah mengantisipasi peningkatan transaksi menjelang Lebaran dengan menyiapkan likuiditas yang memadai, memperkuat operasional kantor layanan, serta mengoptimalkan kesiapan sumber daya manusia agar pelayanan kepada nasabah tetap berjalan dengan baik,” ujar Khairul Suhairi, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa meskipun proses pemulihan sistem digital masih berlangsung, Bank Jambi memastikan layanan transaksi dasar melalui kantor cabang tetap dapat diakses masyarakat secara normal.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar aktivitas keuangan masyarakat dan pemerintah daerah tetap berjalan tanpa hambatan, khususnya dalam proses pencairan THR ASN.
“Pemulihan sistem kami lakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta penguatan aspek keamanan sistem. Di sisi lain, kami memastikan layanan dasar kepada nasabah tetap tersedia sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu,” jelasnya.
Sementara itu, pengamat perbankan Laila Farhat menilai kesiapan Bank Jambi dalam menghadapi penyaluran THR ASN menunjukkan kemampuan manajemen bank daerah dalam menjaga stabilitas layanan di tengah tingginya kebutuhan transaksi masyarakat.
Menurutnya, pencairan THR melalui bank daerah memiliki dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi lokal karena akan meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Lebaran.
“Penyaluran THR ASN biasanya akan meningkatkan peredaran uang di daerah. Hal ini berdampak langsung pada sektor perdagangan, jasa, hingga pelaku UMKM yang mengalami peningkatan aktivitas ekonomi menjelang Hari Raya,” ujarnya.
Ia menambahkan, stabilitas layanan perbankan pada periode tersebut juga berperan penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap bank daerah sebagai mitra pengelolaan keuangan pemerintah.
“Selama manajemen mampu menjaga likuiditas, stabilitas operasional, dan keamanan sistem, maka pelayanan kepada masyarakat, termasuk pencairan THR ASN, dapat berlangsung dengan baik,” pungkasnya.(Dst)












