Sungai Penuh

FHO CV Disabel Opname Volume Perlu di Tinjau BWSS VI Jelang Termin

355
×

FHO CV Disabel Opname Volume Perlu di Tinjau BWSS VI Jelang Termin

Sebarkan artikel ini

SUNGAI PENUH|Kegiatan Normalisasi Sungai Batang Merao Kerinci – Sungai Penuh dilaksanakan PT WIKA dibawah naungan Balai Wilayah Sungai Sumatera VI paket III dinilai perlu dipertanyakan Opname Volume galiannya. Senin (15/12/2025).

Opname (opnam) proses pengukuran dan pemeriksaan fisik hasil pekerjaan konstruksi normalisasi PT WIKA Paket III untuk memastikan kesesuaiannya gambar rencana, spesifikasi teknis, dan kontrak.

Biasanya dilakukan secara bertahap sebelum pembayaran atau serah terima, dan melibatkan pengawas, konsultan, atau pemilik proyek untuk menghitung volume dan kualitas pekerjaan.

Maka langkah krusial dalam manajemen untuk menghitung proyek konstruksi PT WIKA memastikan akurasi, kontrol anggaran, dan kualitas akhir nantinya.

Sebagaimana tujuan Opname Proyek
Validasi Progres memastikan kemajuan pekerjaan sesuai jadwal, kontrol kualitas pengengecekan material dan hasil pekerjaan galian lumpur memenuhi standar.

Sebagai dasar pembayaran penghitungan volume pekerjaan PT WIKA Paket III informasinya sub kontraktor Disabel normalisasi sungai batang Merao sungai penuh kabupaten Kerinci paket III berkisar kabarnya Rp 8 miliar sampai Rp 10 miliar dengan volume pekerjaan dikabarkan 10 KM perlu tinjauan mendalam atau ulang untuk pembayaran termin perlu kajian ulang opname untuk FHO Identifikasi masalah menemukan kekurangan atau ketidaksesuaian sejak dini sebelum pembayaran terjadi.

Juga evaluasi anggaran agar dapat membandingkan biaya aktual dengan anggaran (RAB).

Bilamana ditemukan kekurangan pekerjaan baik unsur kelalaian dan kesengajaan maka Pelaku Opname Kontraktor (Pelaksana) Konsultan Pengawas Perwakilan Pemilik Proyek (Owner) Mandor (untuk opname harian/mandor) menjadi penanggungjawab penuh. Sebab mereka pelaku pengukuran
Panjang, lebar, dimensi, dan volume pekerjaan fisik.

Kecukupan volume dan mobilisasi maupun peralatan kerja saat ini ada yang tidak sesuai permintaan kebutuhan kerja sesuai kontrak.

Maka diminta sebelum pembayaran termin.
menjelang akhir tahun proyek sebelum serah terima akhir (Final Hand Over/FHO) perlu ditinjau ulang secara mendetail, baik volume lumpur serta peralatan tang digunakan, sebagaimana ponton terpantau hanya pajangan tidak bekerja.

Pihak BWSS VI dan Koliong  dikabarkan sebagai penanggungjawab CV Disabel belum bisa dimintai keterangannya. Pelaksana normalisasi sungai Batang Merao mulai jembatan Simpang 3 Rawang hingga lebih kurang 10 KM ke hilir, (tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *