KerinciSungai Penuh

PMII Kerinci-Sungai Penuh Soroti Hibah Rp4,7 Miliar ke APH, Infrastruktur Jalan Dinilai Terabaikan

69
×

PMII Kerinci-Sungai Penuh Soroti Hibah Rp4,7 Miliar ke APH, Infrastruktur Jalan Dinilai Terabaikan

Sebarkan artikel ini
Kerinci – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kerinci-Sungai Penuh kembali melayangkan kritik terhadap kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Jambi. Mereka menyoroti alokasi hibah sebesar Rp4,7 miliar kepada aparat penegak hukum (APH), khususnya Kejaksaan, yang dinilai tidak sebanding dengan kondisi infrastruktur dasar masyarakat.

Sorotan utama diarahkan pada kondisi Jalan Renah Pemetik yang hingga kini belum mendapat perhatian serius. Jalan tersebut disebut telah puluhan tahun mengalami kerusakan, padahal menjadi akses vital bagi aktivitas petani sebagai sumber utama penghidupan masyarakat setempat.

Ketua PMII Kerinci, Mosri, mempertanyakan urgensi pemberian hibah tersebut di tengah kebutuhan mendesak masyarakat.

“Anggaran hibah sebesar itu untuk APH, ada apa? Sementara Jalan Renah Pemetik yang jadi urat nadi petani justru diabaikan,” ujarnya.

Menurut Mosri, kebijakan anggaran seharusnya berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat, terutama pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap ekonomi warga, seperti akses jalan pertanian.

Selain itu, PMII juga menyinggung sejumlah janji pembangunan yang dinilai belum terealisasi di Kabupaten Kerinci. Ia menilai masyarakat kini tidak lagi membutuhkan janji, melainkan bukti nyata dari program pembangunan pemerintah.

“Kalau berjanji bisa sampai ke bulan, tapi kenyataan di lapangan, masyarakat Kerinci tidak melihat satu pun prioritas nyata dari gubernur. Kalau hanya berjanji, tidak usah datang lagi ke Kerinci,” tegasnya.

Kritik tersebut turut diarahkan kepada Gubernur Jambi, Al Haris, yang dinilai belum menunjukkan fokus pembangunan yang jelas untuk wilayah Kerinci.

PMII berharap Pemerintah Provinsi Jambi segera melakukan evaluasi terhadap arah kebijakan anggaran. Mereka menekankan pentingnya mengutamakan pembangunan infrastruktur dasar, khususnya akses jalan, yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama di sektor pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *