SUNGAI PENUH| Pemegang Kontrak PT Wijaya Karya (WIKA) Vendor (LI) dikabarkan sering minta fee pada para vendor dibawah naungannya, “LI” diinformasikan doyan esek – esek dan keluar masuk cafe bersama Lady Companion (LC) atau pemandu lagu.
Diduga kuat dana fee yang diraupnya dari para vendor dibawah naungannya digunakan untuk poya – poya dunia malam.
Para vendor dibawah naugannya (LI) saat ini sudah mengeluh, selain dimintai fee terus juga proyek normalisasi sungai Kota Sungai Penuh – Kerinci tidak bisa dicairkan PT WIKA pada para vendor sebab ada kelebihan ajukan kubikasi diduga tidak sesuai volume dilapangan melebihi apa kenyataannya.
Oknum pihak PT WIKA dikabarkan juga terlibat dalam dugaan penggelembungan volume kubikasi kerja bersama pemegang kontrak para vendor yaitu (LI) saat sedang dicari Lady Companion (LC) atau pemandu lagu.
Karena diduga tidak membayar honor LC “T” Sebanyak Rp. 2.000.000.- , nama “LI” Pemegang Kontrak Vendor dari PT WIKA senter naik nama didunia malam kota sungai penuh dan kerinci.
Nama “LI” kerap di sebut dikalangan LC Bos LI, namun beberapa bulan belakangan ini namanya “LI” mulai redup tidak semarak pertama kegiatan PT WIKA mulai berjalan, nama “LI” meroket naik di dunia malam.
Mungkin tidak ada lagi para vendor dibawah naungannya untuk dimintai uang dan lagi para vendor PT WIKA tidak bisa cair akibat dugaan Mar up laporan volume kubikasi kerja.
Saat ini “LI” Masih menghilang dari kejaran beberapa wartawan dan LC yang dikibulinya.
Hingga berita ini di publikasi, belum ada keterangan resmi dari “LI” baik dugaan mar up data laporan volume kubikasi pada PT WIKA kongkalikong disinyalir bersama Doni pengawas PT WIKA dan terkait tidak bayar honor LC sesudah karaoke.












