KerinciSungai Penuh

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Sungai Penuh Jelang Idul Fitri, Harga Melonjak Hingga Rp35 Ribu

361
×

Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg di Sungai Penuh Jelang Idul Fitri, Harga Melonjak Hingga Rp35 Ribu

Sebarkan artikel ini

Dalam sepekan terakhir, warga mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji subsidi yang biasa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kecil. Kondisi ini membuat harga gas melon di tingkat pengecer melonjak tajam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga normal gas elpiji 3 kg di tingkat pengecer biasanya berkisar antara Rp23.000 hingga Rp25.000 per tabung. Namun akibat kelangkaan yang terjadi saat ini, harga tersebut naik hingga mencapai Rp35.000 per tabung.

“Susah didapat, Pak. Gas elpiji melon sudah mutar-mutar mencarinya. Kalaupun ada, harganya sudah Rp35 ribu per tabung,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Gas elpiji 3 kg merupakan kebutuhan pokok masyarakat, terutama bagi kalangan rumah tangga dan pelaku usaha mikro. Karena itu, masyarakat berharap pendistribusian gas subsidi dapat diprioritaskan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat yang berhak menerima.

Kondisi kelangkaan ini juga memunculkan dugaan adanya oknum yang memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara tidak wajar. Bahkan, tidak menutup kemungkinan terjadi praktik penimbunan yang sengaja dilakukan untuk menciptakan kelangkaan di pasaran.

Jika dugaan tersebut terbukti, masyarakat berharap pihak terkait dan instansi berwenang dapat segera bertindak tegas. Penindakan dapat dilakukan melalui pemanggilan resmi terhadap pihak yang diduga terlibat, guna dimintai keterangan serta mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Selain itu, pengawasan distribusi gas elpiji subsidi juga dinilai perlu diperketat, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, di mana kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.

Warga berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat bergerak cepat dan sigap dalam mengatasi permasalahan ini, sehingga kelangkaan gas elpiji subsidi tidak terus berlanjut dan harga kembali stabil di pasaran.

Kelangkaan gas bersubsidi menjelang Lebaran bukanlah hal baru. Sejumlah pihak menilai praktik mafia gas subsidi masih menggunakan pola lama, yakni dengan mempermainkan distribusi untuk menaikkan harga di pasaran. Kondisi ini membuat masyarakat tetap terpaksa membeli karena gas elpiji merupakan kebutuhan utama sehari-hari.(yaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *