Kerinci, 5 April 2026 – Dalam rangka memperingati Bulan Literasi Keuangan sekaligus menjalankan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Kerinci, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi bersama Bank Jambi menggelar kegiatan edukasi keuangan syariah di Pondok Pesantren Darul Qiyam Kerinci, Selasa (5/4/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Utama Bank Jambi H. Khairul Suhari, Kepala OJK Jambi Yan Iswara Rosya, Kepala Bank Jambi Cabang Kerinci Ardian Setiawan beserta jajaran, Kepala Bank Jambi Cabang Sungai Penuh, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Efrawadi, serta pimpinan Pondok Pesantren Darul Qiyam, KH Ahmad Rais, S.Ag., M.Pd.I.
Dalam sambutannya, Dirut Bank Jambi H. Khairul Suhari menyampaikan komitmen perbankan daerah dalam mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren. Ia juga secara pribadi memberikan bantuan 20 zak semen untuk pembangunan mushala di pesantren tersebut.
Sementara itu, Kepala OJK Jambi Yan Iswara Rosya menegaskan bahwa OJK tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan terhadap industri jasa keuangan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kami hadir tidak hanya untuk mengawasi, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait produk dan layanan jasa keuangan. Edukasi ini penting agar generasi muda, khususnya santri, tidak terjerumus dalam praktik judi online maupun pinjaman online ilegal,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil survei literasi keuangan, dari 100 orang masyarakat Indonesia, baru sekitar 66 orang yang memahami produk dan layanan jasa keuangan dengan baik.
“Angka ini harus terus kita dorong meningkat melalui edukasi yang masif dan berkelanjutan. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat tidak mudah tergiur tawaran yang menyesatkan dan dapat terhindar dari jeratan pinjaman ilegal,” tambahnya.
Melalui kegiatan edukasi ini, para santri dibekali pemahaman mengenai prinsip dasar keuangan syariah, pengelolaan keuangan yang bijak, serta pentingnya memilih layanan keuangan yang legal dan terpercaya.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan serta membangun generasi muda yang cerdas secara finansial, khususnya di Kabupaten Kerinci.(dst)












