KerinciSungai Penuh

ORGANISASI VORA DAN GABUNGAN MAHASISWA GELAR AKSI BERSIH KOTA SUNGAI PENUH

715
×

ORGANISASI VORA DAN GABUNGAN MAHASISWA GELAR AKSI BERSIH KOTA SUNGAI PENUH

Sebarkan artikel ini

Sungai Penuh, 8 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Sungai Penuh ke-17, VORA bersama sejumlah gabungan mahasiswa menggelar aksi peduli lingkungan “Bersih Bersama Eratkan Kepedulian, Indahkan Sungai Penuh” di Lapangan Merdeka Kota Sungai Penuh dan sekitarnya, Sabtu (8/11/2025) pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas organisasi dan mahasiswa yang bertujuan menumbuhkan semangat gotong royong serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Aksi tersebut diikuti oleh berbagai elemen mahasiswa dari organisasi yang tergabung dalam gerakan peduli lingkungan, seperti VORA (Voice of Rational Arena), Mahasiswa STIA Nusa, Mahasiswa STIE Sakti Alam Kerinci, dan MAPALA IAIN Kerinci.

Kegiatan “Bersih Bersama” juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh, yang menyediakan berbagai perlengkapan seperti masker, sarung tangan, karung sampah, serta membantu penyebaran viar (pengangkut sampah) sebagai bentuk dukungan terhadap aksi kepedulian lingkungan tersebut.

Melalui aksi ini, para peserta tidak hanya membersihkan area publik di sekitar Lapangan Merdeka, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan kota. Aksi sederhana ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk menjaga keindahan Sungai Penuh sebagai tanggung jawab bersama.

Salah satu inisiator VORA, Eldi Aprilla Pratama, menyampaikan bahwa keterlibatan mereka bukan hanya sekadar menghadiri kegiatan, tetapi menjadi bagian dari gerakan kecil yang ingin membawa perubahan besar.

VORA turut terlibat langsung dalam kegiatan Bersih Bersama, bukan sekadar hadir dan memungut sampah, tapi menjadi bagian dari gerakan kecil untuk dampak besar. Kami turun bersama, memberi contoh bahwa kepedulian tidak perlu menunggu momentum besar — cukup dengan berani memulai,” ujarnya.

Eldi menambahkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan latihan kepedulian, wadah untuk membangun kerja sama, dan bukti nyata bahwa keindahan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh masyarakat yang tinggal di dalamnya.

Bagi kami, ini bukan hanya bersih-bersih, tapi ruang belajar untuk saling peduli dan bekerja sama. Kami berharap kegiatan ini tak berhenti di seremoni tahunan, tapi menjadi budaya yang tumbuh dari rasa memiliki terhadap kota ini,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan MAPALA IAIN, Cak Arsal, mengungkapkan rasa senangnya atas kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan ini.

Sebagai pecinta alam, kegiatan ini sangat berarti. Kami merasa bangga bisa ikut menjaga lingkungan kota, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam. Setiap sampah yang kami pungut hari ini adalah langkah kecil menuju kota yang lebih bersih dan nyaman,” kata Cak Arsal.

Rinaldi, perwakilan Mahasiswa STIA Nusa, menyatakan bahwa aksi ini membuatnya merasa lebih terhubung dengan sesama mahasiswa dan masyarakat.

Hari ini saya belajar banyak tentang arti kepedulian dan kerja sama. Bersih-bersih ini bukan sekadar fisik, tapi juga membangun kesadaran sosial. Rasanya senang bisa berkontribusi langsung untuk kota kita,” ujarnya.

Nayla, perwakilan Mahasiswa STIE Sakti Alam Kerinci, menambahkan bahwa kegiatan ini memotivasi generasi muda untuk terus aktif dalam menjaga lingkungan.

Melihat banyak teman ikut serta, saya jadi semakin semangat untuk menjaga lingkungan. Semoga kegiatan seperti ini bisa berlanjut, bukan hanya di momen HUT, tapi menjadi bagian dari budaya kita sehari-hari,” kata Nayla.

Menurut Eldi, Sungai Penuh adalah rumah bersama yang harus dijaga dan dirawat agar tetap bersih dan indah.

Perubahan lahir bukan dari satu orang yang melakukan banyak hal, melainkan dari banyak orang yang melakukan hal kecil secara konsisten. Kami ingin gerakan ini menyalakan api kepedulian yang lebih besar, agar semakin banyak anak muda terlibat, semakin banyak komunitas bergerak, dan semakin banyak tangan yang ikut menjaga kota ini,” tutup Eldi.

Melalui kegiatan Bersih Bersama, para peserta berharap dapat menumbuhkan budaya baru di kalangan masyarakat — budaya menjaga kebersihan, saling peduli, dan berbuat nyata untuk kebaikan lingkungan. Gerakan sederhana ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, bersama-sama.Yaya Fitria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *